Skip to main content

Posts

Ramadhan

Aku masih diluar ketika ramadhan menyapaku, memberikan kenikmatan kenimatannya selama sebulan kepadaku. Tak peduli ramadhan datang pada bulan apa, tanggal berapa, aku selalu suka. Ramadhan memberi segalanya yang kubutuhkan, memberi apapun yang aku inginkan. Ramadhan selalu bisa membuatku tenang, seakan ia mengerti apa yang harus dihadirkan untuk hati yang sedang bimbang, yang sedang senang, yang sedang galau, ramadhan selalu mengerti segala jenis perasaan. Ramadhan, tujuh hari menjelang kau hilang, tujuh hari menjelang kau pergi, aku ingin berbagi cerita. Ramadhan, warna warna indah seketika datang, bersamaan dengan hari awal puasa, bersamaan dengan kau datang. Ramadhan, kata pengganti untuk bulan penuh ujian, bulan penuh rahmatan dan bulan segala bulan yang penuh pengampunan. Wanginya berbeda dengan bulan bulan sebelum Ramadhan, khas. Warung warung makan lebih sopan, menutup tempatnya dengan gorden, membuat siapapun yang tak puasa tak perlu malu dilihat orang, juga dengan pemilik ...

Tuhan, Islamkah aku?

Tuhan Diujung senja menuju berbuka puasa Aku menunduk malu Tiba tiba termenung tak karuan Islamkah diriku? Tuhan Untuk siapakah aku shalat? UntukMu atau untuk kesombonganku? Amalku ikhlas hati atau hanya untuk pamer? Islamkah aku, Tuhan? Tuhan Puasaku menahan lapar atau nafsu? Atau puasaku justru hanya ria? Ajang pamer siapa yang paling sering Islamkah aku, Tuhan? Tuhan Tarawihku lebih lama, lebih berlimpah rakaat Itukah khusyu atau jalan lain ingin dipuji? Atau cari muka di sesama hambaMu yang lain Islamkah diri ini, Tuhan? Tuhan Islamkah aku? Yang kulakukan untukku atau untukMu? Jangan jangan, Tuhan Ibadahku hanya ajang pamer Ibadahku hanya kepentingan untuk diriku Sarana merendahkan umatMu yang lain Islamkah aku, Tuhan?

Tentang Hari Ini

Tak mudah. Percayalah, ini tak mudah. Aku adalah perempuan yang lebih sering menghabiskan waktu bersama lelaki lelaki haus nafsu digubug neraka. Silahkan jika mau berpikir buruk, aku tak akan marah. Aku ingin berbagi cerita. Sebenarnya tak ada sedikitpun rasa puas, rasa tak bersalah, rasa senang dan rasa rasa lain yang membuat hati tenang. Aku ingin lepas, lepas dari barang yang ketika kamu  memakainya, kamu akan lupa siapa dirimu sebenarnya. Aku ingin berhenti, botol botol gila itu benar benar membuatku sinting. Karena kecanduan, setiap sore sebelum bekerja, sebelum aku menjadi kupu kupu, sebelum aku menjadi perempuan yang tak punya harga diri, ku sisihkan sebagian uang pas pasan miliku untuk membeli barang yang benar benar sudah kurasakan kegilaanya. Jangan menilaiku bodoh sebelum kamu tau bagaimana reaksinya ketika aku meninggalkan mereka, seperti ada sesuatu yang masuk secara paksa di telingaku, mengiang entah bagaimana aku menggambarkannya. Sakau, halu, aku tak peduli apa n...

Rumahnya

Tak ada warna disetiap dindingnya Tak ada hijau, kuning, merah, tosca Tak ada perabot yang dibanggakan Tak ada apapun, bahkan kehormatan sebagai manusia Temboknya penuh tambalan Fotonya cuma satu, tahun 1990an Gordennya sobek sana sobek sini Jika hujan, airnya masuk dalam kamar Jika panas, teriknya menyengat hingga ruang tamu Adakah Ia merasa rendah? Kurasa tidak, tidak sekalipun Kulihat mata bahagianya, Ia bahagia Karena Ia mengerti, Tuhan bersamanya