Skip to main content

Posts

Ibu, Bolehkah aku?

Ibu, bolehkah aku pulang ke rumahmu? Aku mau sebentar saja, merebahkan badan di kamarku. Kamar yang sewaktu kecil tempat kau obati aku dari demam tinggiku. Boleh ya bu? Sekedar istirahatkan badanku dari mimpi-mimpi yang panjang, yang ternyata melelahkan sekali untuk menjemput mereka. Ibu, bolehkah aku? Berteduh dibalik pelukmu, menyingkirkan sejenak segala cita-cita dan mimpi masa kecilku. Mimpi yang kadang membuatku penat dan lelah. Aku berpikir, selain peluk dari tubuh hangatmu itu, tak ada lagi yang bisa menenangkanku dari segala penat dan kacau dalam pikiranku. Ibu, bolehkah aku? Memakai baju-bajuku lagi, yang disetrika oleh tangan manismu, yang lipatannya aku paham betul. Ibu, boleh ya? Aku pulang ke rumahmu. Menjadi anak kecilmu lagi, yang kau kecup keningku ketika menangis, yang kau teguhkan hatiku ketika ban sepedaku bocor. Yang kau cuci bajuku sehabis aku berenang di kali dekat masjid kampung kita itu, yang kau cuci baju bekas aku pakai hujan-hujanan sore itu. Pulang ke mat...

Rezeki

"Tuhan, mohon beri rezeki berupa air untukku, untuk aku bisa minum. Aku haus sekali." Do'a seorang hamba dari dalam kamar tidurnya, dari rumah yang basah kuyup diguyur hujan.

Gadis Lima Belas Tahun

Lalu, gadis berumur lima belas tahun itu menghampiriku perlahan, sambil melambai manja ia menawarkan: "Dua ratus lima puluh ribu, mas." Aku hanya senyum sekadar senyum. "Umurmu berapa, dek?" "Lima belas tahun, mas." "Bukankah tak baik gadis lima belas tahun di sini?" Lalu, hening sesaat. Sesak dadaku berpikir kalau-kalau ucapanku menyinggung perasaannya. "Hidup tak hanya tentang baik dan buruk, mas. Setidaknya begitu menurut saya."

Di Stasiun

Di stasiun, orang-orang berkumpul, saling berpelukan, cium-cium kecil pipi atau kening masing-masing dari mereka, atau yang paling sederhana, sekedar salaman penuh makna. Semuanya melepas rindu, sebelum waktu merenggutnya. Lempuyangan, 2018

Buat mba Kiki

Selamat menikah ya mba. Selamat atas segala karunia dan pintu surga yang semakin terbuka untuk kau tempuh. Seperti janji-janji Allah ta'ala kepada para istri yang mengabdi dan taat kepada suami. Semoga, dengan segala kerendahan dan ketulusan hatimu, kamu senantiasa diberi kekuatan untuk selalu mampu melayani suamimu dalam segala hal. Karena kini, surgamu tak lagi hanya di mimi, di papah. Karena kini, duniamu tak lagi hanya tentang mimi, tak lagi hanya tentang papah. Lebih utama dari itu, surgamu ada pada suamimu. Sayangilah mba, seperti yang aku lihat ke mas Yusuf betapa ia mencintaimu dengan segala kehati-hatianya agar cintanya tak hanya menjadi cinta dunia, tapi juga cinta yang tumbuh di kehidupan setelah ini, yang tumbuh di surganya Allah ta'ala. Selamat ya mba, selamat menikah. Selamat menjadi seorang istri, selamat sudah menenangkan hati papah, selamat sudah tak lagi membuat papah khawatir tentang masa depanmu digenggaman siapa. Selamat ya mba, menemukan lelaki yang insy...

Yatim Piatu

Yatim piatu itu menahan lapar Sedang tetangganya sibuk berpuasa Ia mengganjal perutnya dengan batu Sedang tetangganya sibuk shalat Lalu seharian hanya minum, minum dan minum Dari air yang tak dimasak Karena tak ada gas Tak ada kayu Tak ada korek Sedang tetangganya sibuk menabung untuk berhaji Yatim piatu itu mati dibawah atap bolong di rumahnya Disaat tetangganya sibuk beribadah