Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

Untuk Papah: Pria Yang Selalu Dirindu

Lelaki berbadan kekar yang lebih mirip tentara ketimbang guru adalah lelaki yang malam ini paling kurindukan. Diantara tugas tugas kuliah yang menumpuk dan seabreg rasa lelah, tiba tiba, kenangan kenangan tentang papah melintas diotak tanpa seizin pikiranku terlebih dahulu. Terlintas ingatan ketika papah mengajariku matematika SD dulu, yang dulu menjadi masalah terbesarku. Ingatan ketika dulu papah kadang nimbrung ikut ikutan mimi menguncir rambut panjangku yang dulu agak keriting. Lalu sesudah itu mengikatkan tali sepatuku sebelum aku berangkat ke sekolah. Terlintas didalam otakku ketika papah memboncengku dengan motor, mengantarku ke sekolah yang ketika itu hujan, aku bersembunyi dibalik jas hujan biru papah yang panjang hingga menutupi hampir seluruh motor. Tiba tiba malam ini aku teringat: Ketika dulu sewaktu aku menangis berselesih dengan adik, papah yang selalu menenangkanku, menggendongku dan menyanyikan dengan merdunya lagu lagu campursari dan keroncong jawa yang digemarinya

Usang Berdebu

Debu debu telah menutupku Menjadikan aku tak terlihat seperti aku Menjadikan aku benda kotor yang aneh Menjadikan aku benda berdebu Aku seperti mati Mereka melihatku sudah habis Tak ada yang sudi mendekat Mereka memandangku enteng Aku benda berdebu Lupa cara bergerak, berdebu tak bergerak Aku benda usang Tak tersentuh dan ditinggalkan Usang Meski sekotor apapun aku Debu dan karat tak bisa menjebakku Aku pantas untuk bergerak Usang tak harus menghalang Aku pedang, debu kugertak langsung terbang Aku pemenang!