Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

Ramadhan

Aku masih diluar ketika ramadhan menyapaku, memberikan kenikmatan kenimatannya selama sebulan kepadaku. Tak peduli ramadhan datang pada bulan apa, tanggal berapa, aku selalu suka. Ramadhan memberi segalanya yang kubutuhkan, memberi apapun yang aku inginkan. Ramadhan selalu bisa membuatku tenang, seakan ia mengerti apa yang harus dihadirkan untuk hati yang sedang bimbang, yang sedang senang, yang sedang galau, ramadhan selalu mengerti segala jenis perasaan. Ramadhan, tujuh hari menjelang kau hilang, tujuh hari menjelang kau pergi, aku ingin berbagi cerita. Ramadhan, warna warna indah seketika datang, bersamaan dengan hari awal puasa, bersamaan dengan kau datang. Ramadhan, kata pengganti untuk bulan penuh ujian, bulan penuh rahmatan dan bulan segala bulan yang penuh pengampunan. Wanginya berbeda dengan bulan bulan sebelum Ramadhan, khas. Warung warung makan lebih sopan, menutup tempatnya dengan gorden, membuat siapapun yang tak puasa tak perlu malu dilihat orang, juga dengan pemilik

Tuhan, Islamkah aku?

Tuhan Diujung senja menuju berbuka puasa Aku menunduk malu Tiba tiba termenung tak karuan Islamkah diriku? Tuhan Untuk siapakah aku shalat? UntukMu atau untuk kesombonganku? Amalku ikhlas hati atau hanya untuk pamer? Islamkah aku, Tuhan? Tuhan Puasaku menahan lapar atau nafsu? Atau puasaku justru hanya ria? Ajang pamer siapa yang paling sering Islamkah aku, Tuhan? Tuhan Tarawihku lebih lama, lebih berlimpah rakaat Itukah khusyu atau jalan lain ingin dipuji? Atau cari muka di sesama hambaMu yang lain Islamkah diri ini, Tuhan? Tuhan Islamkah aku? Yang kulakukan untukku atau untukMu? Jangan jangan, Tuhan Ibadahku hanya ajang pamer Ibadahku hanya kepentingan untuk diriku Sarana merendahkan umatMu yang lain Islamkah aku, Tuhan?